Real Madrid Tak Terbendung, Xabi Alonso Tetap Kalem Hadapi Gelombang Kritik

Real Madrid

Real Madrid terus menunjukkan dominasi dengan meraih kemenangan ke-10 beruntun di semua kompetisi, sementara mantan legenda mereka, Xabi Alonso, yang kini melatih Bayer Leverkusen, tetap bersikap kalem meski mendapat sorotan sebagai calon pelatih masa depan Los Blancos. Selanjutnya, performa spektakuler Madrid tidak hanya membuat mereka memimpin klasemen LaLiga, tetapi juga menjadi favorit utama di Liga Champions. Bahkan, banyak pihak mulai membandingkan tim ini dengan era-era keemasan sebelumnya.

Alonso, yang disebut-sebut sebagai penerpot Carlo Ancelotti, justru fokus pada pekerjaannya di Leverkusen meski terus dikaitkan dengan kursi kepelatihan Madrid. Selain itu, ia menolak berkomentar lebih jauh mengenai isu tersebut dan memilih berkonsentrasi membawa Leverkusen bersaing di Bundesliga. Oleh karena itu, sikap profesionalnya justru meningkatkan reputasinya di mata para pengamat sepak bola.

Dominasi Real Madrid yang Mengagumkan

Madrid tampil hampir sempurna di semua lini. Pertama, 22 kemenangan dalam 25 laga terakhir di semua kompetisi. Kemudian, rata-rata 2.8 gol per pertandingan dengan pertahanan yang hanya kebobolan 15 gol. Selain itu, Jude Bellingham menjadi mesin gol dengan 18 gol dan 8 assist.

Strategi Permainan yang Mematikan

Carlo Ancelotti berhasil menciptakan sistem yang solid. Pertama, transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama. Kedua, pressing intensif yang dimulai dari lini depan. Akibatnya, lawan sering kesulitan keluar dari tekanan.

Peran Penting Pemain Muda

Pemain muda menjadi tulang punggung tim. Pertama, Jude Bellingham (20 tahun) sebagai penggerak serangan. Kedua, Vinícius Júnior (23 tahun) yang konsisten mencetak gol. Selain itu, Eduardo Camavinga (21 tahun) menguasai lini tengah.

Masa Depan Xabi Alonso di Real Madrid

Alonso diprediksi akan kembali ke Santiago Bernabéu. Pertama, kontraknya di Leverkusen hanya sampai 2025. Kedua, style permainannya yang cocok dengan filosofi Madrid. Selain itu, dukungan dari para legenda Madrid sangat kuat.

Tantangan yang Dihadapi Alonso

Alonso harus membuktikan diri lebih dulu. Pertama, membawa Leverkusen meraih gelar Bundesliga. Kedua, pengalaman di level elite yang masih terbatas. Selain itu, tekanan ekstrem yang selalu ada di Madrid.

Analisis PUNDIT168

Menurut PUNDIT168, Madrid sedang dalam era transisi yang sukses. Pasalnya, kombinasi pemain muda dan senior berjalan sempurna. Akibatnya, mereka bisa dominan di masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, PUNDIT168 memprediksi Madrid akan raih treble musim ini.

Dampak pada Kompetisi

Dominasi Madrid mempengaruhi persaingan. Pertama, Barcelona dan Atlético kesulitan mengejar. Kedua, Liga Champions menjadi target utama. Selain itu, pasar transfer akan semakin agresif.

#RealMadrid #XabiAlonso #LaLiga #BayerLeverkusen #DominasiLosBlancos

Sumber: PUNDIT168

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *