Timnas Indonesia menghadapi tantangan berat mengingat rekor buruk mereka dalam tiga pertemuan terakhir melawan Irak. Statistik menunjukkan Garuda selalu tumbang dan hanya mampu mencetak 2 gol sementara kebobolan 8 kali.
Dominasi Irak yang Tak Terbantahkan
Pertama-tama, tiga kekalahan beruntun ini terjadi dalam berbagai ajang kompetitif. Kekalahan 0-2 di Kualifikasi Piala Dunia 2022, kemudian 1-3 di Kualifikasi Piala Asia 2023, dan terakhir 1-3 lagi di laga persahabatan 2024. Selain itu, statistik pertandingan menunjukkan Indonesia kesulitan menghadapi gaya permainan fisik dan cepat yang diterapkan Irak. Dengan demikian, tim asuhan Shin Tae-yong harus menyusun strategi khusus untuk memutus tren negatif ini.
Problem Efektivitas Lini Serang
Selanjutnya, catatan hanya 2 gol dalam 3 laga menjadi indikasi lemahnya daya gedur lini serang Indonesia. Pemain depan seperti Dimas Drajad dan Ezra Walian kerap terisolasi dan kesulitan menciptakan peluang berarti. Akibatnya, tekanan terhadap lini pertahanan menjadi semakin besar sepanjang pertandingan.
Kerentanan Lini Belakang
Tidak hanya masalah serangan, pertahanan Indonesia juga tampak keropos menghadapi gempuran Irak. Rata-rata 2.6 gol kemasukan per pertandingan menunjukkan kebutuhan perbaikan organisasi pertahanan. Oleh karena itu, Shin Tae-yong perlu mencari formula tepat untuk memperkuat sektor belakang.
Faktor Mental dan Kepercayaan Diri
Yang paling penting, rekor buruk ini bisa menjadi beban psikologis bagi para pemain. Kekalahan beruntun dapat mengikis kepercayaan diri tim meski secara kualitas pemain Indonesia kini sudah lebih baik. Karena itu, pendekatan mental menjadi sama pentingnya dengan persiapan taktis.
Baca Juga: Media Belanda Soroti Kekalahan Indonesia: Lolos ke Piala Dunia Kini Sulit
Kesimpulan: Tantangan Berat untuk Garuda
Kesimpulannya, rekor buruk melawan Irak menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Kemampuan tim memutus rantai kekalahan ini akan menentukan percaya diri mereka di sisa kualifikasi. Selanjutnya, semua pihak berharap Shin Tae-yong dapat menemukan formula jitu untuk mengakhiri dominasi Irak.
*Dapatkan analisis statistik dan perkembangan Timnas Indonesia melalui Pundit168 – sumber berita olahraga terpercaya!*