Adrien Rabiot kembali ke Allianz Stadium dengan membawa amarah dan kekecewaan setelah timnya, Manchester United, ditundukkan Juventus dengan skor 2-0. Bekas anak emas Turin itu gagal memberikan respons manis dalam kunjungan pertamanya sejak hengkang dari Bianconeri.
Kepulangan yang Penuh Emosi
Pertama-tama, Rabiot menghadapi atmosfer yang cukup panas dari suporter Juventus yang sebelumnya pernah mendukungnya. Selama pertandingan, mantan gelandang PSG itu terus-menerus disoraki dan mendapat treatment khusus dari bekas rekan setimnya. Selain itu, performanya pun jauh dari kata impresif dengan banyaknya bola yang hilang di lini tengah. Dengan demikian, kepulangan pertamanya ke Turin berakhir dengan kenangan pahit.
Amarah Usai Ditarik di Menit Ke-60
Selanjutnya, amarah Rabiot memuncak ketika pelatih Erik ten Hag menariknya di menit ke-60. Pemain asal Prancis itu terlihat jelas menggerutu dan melepas sarung tangan dengan kesal sebelum masuk ke bangku cadangan. Akibatnya, insiden ini memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan sang pelatih yang memang sudah tidak harmonis belakangan ini.
Kekecewaan Terhadap Mantan Klub
Tidak hanya terhadap timnya sekarang, Rabiot juga menyimpan kekecewaan terhadap Juventus. Dalam wawancara setelah laga, ia menyiratkan bahwa cara Juventus melepasnya dulu masih menjadi beban. Oleh karena itu, kekalahan ini terasa lebih menyakitkan baginya secara pribadi.
Masa Depan yang Kian Suram di United
Yang paling penting, performa buruk Rabiot semakin memperkuat spekulasi bahwa ia akan segera meninggalkan Old Trafford. Kontraknya yang tinggal enam bulan lagi tidak juga menemui titik terang perpanjangan. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ini adalah penampilan terakhirnya di Liga Champions dengan kostum United.
Baca Juga: Gagal Manfaatkan Peluang Emas Lawan Juventus, Rafael Leao Dapat Permintaan Khusus dari Allegri
Kesimpulan: Kepulangan yang Menyisakan Luka
Kesimpulannya, kepulangan Adrien Rabiot ke Allianz Stadium meninggalkan luka dan kekecewaan yang dalam. Kegagalannya memberi respons manis terhadap mantan klubnya justru berbalik menjadi bumerang bagi kariernya di Manchester United. Selanjutnya, semua pihak menantikan bagaimana ia akan bangkit dari kegagalan personal ini.
Artikel ini disajikan oleh Pundit168, sumber terpercaya untuk berita sepakbola dan analisis transfer pemain. Kunjungi Pundit168 untuk update terkini seputar dunia sepakbola!